Keluarga Nukul dan Wasit Minta Kepastian

Keluarga Nukul (20) dan Wasit (21), warga Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, JawaTimur, merasa bingung terkait penangkapan keduanya oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror di Jakarta. Hingga kini pihak keluarga belum menerima pemberitahuan kondisi keduanya dari kepolisian.

Ayah Nukul, Munasir, belum diberitahu soal penangkapan anak bungsunya dari tujuh bersaudara oleh Densus 88. Yang dia tahu anaknya setahun lalu bekerja di sebuah hotel di Jakarta. "Saya khawatir dia terkait jaringan teroris," katanya Selasa(17/8/2010).

Hal senada disampaikan kakak Wasit, Ikhwan. Setahunya, adiknya bekerja di sebuah mall di Jakarta. Wasit merupakan sepupu Nukul. Keduanya pada awal Ramadhan mengabari via telepon dalam kondisi sehat.

Sejak ada kabar keduanya ditangkap Densus 88 jadi tidak bisa dihubungi. "Kami ingin dapat kepastian informasi dari polisi apa benar yang ditangkap Densus 88 saudara kami, agar kami tidak cemas," kata Ikhwan.

Kepala Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Besar Nyoman Lastika membenarkan ada dua warga Tuban ditangkap Densus 88. Namun, dia tidak memastikan apakah dua orang itu terkait jaringan terorisme atau yang lain.

0 komentar:

Posting Komentar